Feeds:
Posts
Comments

Kuala Kapuas 5 September 2012 IGI melaksanakan kegiatan workshop Pendidikan Karakter Bangsa (Pendikar) di Aula Bappeda Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 5 s.d. 8 September 2012 di buka secara resmi oleh Bupati Kapuas Ir. H.M. Mawardi, MM, disaksikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Drs. H. Made Sumartha dan Perwakilan IGI Pusat Wijaya Kusuma, S.Pd., M.Pd.

This slideshow requires JavaScript.

Kapuas Jum’at 10 Agustus 2012, Pembukaan Pelatihan Pendidikan Untuk Pembangunan Berkelanjutan Sekolah Sobat Bumi Kalimantan Tengah Kabupaten Kapuas dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini di dilaksanakan oleh IGI Kapuas sedangkan dana penyelenggaraan sepenuhnya dari REDD+. Pelatihan di buka oleh Asisten I Bapak Frederick Timbung, SH.

This slideshow requires JavaScript.

Kuala Kapuas 24 Juni 2012, IGI Kapuas menyelenggarakan Sosialisasi Education For Sustainable Development. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IGI dengan Sobat Bumi, Pertamina Fundation dan REDD+. Sosialisasi dilaksanakan di SMPN 4 Selat dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas yang diwakili oleh Kasi Dikdas Bp Sidik Widiantoro, SE, MT. Sebagai pembicara Ibu Aulia Wijiasih dari Jakarta dan Suparman dari KLH Kapuas.

MALANG,KOMPAS.com – DPRD Kota Malang, Jawa Timur, akhirnya memanggil Dinas Pendidikan Kota Malang untuk mengklarifikasi protes para guru terkait program “Satu Guru Satu Laptop (Sagusala)”, Senin (20/2/2012). Protes para guru disampaikan lebih kurang dua pekan lalu (Baca: Diwajibkan Beli Laptop, Guru-guru di Malang Protes).

Sebelumnya, Dinas Pendidikan enggan menanggapi protes para guru. Dalam pertemuan dengan Komisi D DPRD Kota Malang, Dinas mengaku tak tahu menahu mengenai program tersebut. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah mengatakan, program Sagusala  bukan program Dinas, melainkan program Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pusat yang diturunkan ke daerah.

“Namun, setahu kami, program Sagusala itu, tidak ada unsur pemaksaan apalagi kewajiban untuk membeli laptop,” katanya.

Zubaidah menegaskan, pihaknya sudah memanggil PGRI Kota Malang untuk mengklarifikasi persoalan tersebut.

“Memang tidak ada paksaan dan kewajiban. Sampai saat ini, dari 3.666 total guru yang lolos sertifikasi di Kota Malang, mulai dari TK hingga SMA/SMK, hanya 577 guru yang membeli laptop, atau 15,7 persen dari guru yang ada,” ujar Zubaidah.

“Kita sudah sejak awal mengatakan bahwa program Sagusala itu program PGRI pusat dan untuk nasional,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Suwarjana menambahkan, kalau pun ada pihak yang mewajibkan pembelian laptop itu, menurutnya, perbuatan oknum.

“Tetapi bukan atas nama Dispendik. Karena anggota PGRI atau lainnya juga masuk bagian dari Dispendik,” katanya.

Lebih lanjut Suwarjana mengatakan, dari 577 pembeli laptop itu, jika ada yang ingin mengembalikan, bisa berkoordinasi dengan vendornya.

“Silahkan kalau mau dikembalikan di vendornya, bukan ke Dispendik. Karena bukan program Dispendik,” tegasnya.

Namun, saat ditanya mengenai adanya rekomendasi peminjaman uang ke Bank Jatim kepada para guru yang lolos sertifikasi, Suwarjana tidak menampiknya. Akan tetapi, menurutnya, Dinas hanya bersifat memfasilitasi.

“Bahkan bukan hanya pembelian laptop. Kalau guru ada yang mau pinjam uang ke Bank Jatim untuk mebeli rumah atau mobil atau biaya anaknya sekolah, Ddispendik juga akan memfasilitasinya,” ujar Suwarjana.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Christea Frisdiantara juga menyatakan hal yang sama. Ia mengatakan, Sagusala merupakan program PGRI dan tidak berhubungan dengan Dinas Pendidikan.

“Jadi, bagi yang sudah beli, silakan kalau mau dikembalikan, asal vendornya mau. Saya tegaskan, program itu memang bagus. Tapi tidak bagus, kalau dipaksakan atau diwajibkan. Soal ada pihak yang mengatasnamankan Dispendik, silahkan ditanya ke vendornya. Karena yang mendistribusikan ada vendor,” kata Christea.

Ia membantah bahwa pernyataan dan tanggapan yang disampaikan hanya mengkambinghitamkan PGRI. “Bukan mengkambing hitamkan PGRI. Karena program itu memang program PGRI,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 8 Februari 2012, ratusan guru mengaku dipaksa beli laptop dengan perintah Dinas Pendidikan Kota Malang. Hal itu setelah beberapa kali Dinas menyosialisasikannya kepada guru yang lolos sertifikasi. Tujuan pembelian laptop, agar para guru tidak gagap teknologi (Gaptek). Akan tetapi, para guru menolak. Selain dipaksa membeli walau sudah punya laptop, harganya juga dinilai lebih mahal daripada harga pasaran.

 

di salin dari : http://edukasi.kompas.com/read/2012/02/20/12503286/Disdik.Mengaku.Tak.Tahu.Program.Satu.Guru.Satu.Laptop

 

Kuala Kapuas Minggu 7 Agustus 2011 Pengurus IGI Kapuas mengadakan buka Bersama yang dilaksanakan di Pemancingan Eka Sari Sei Pasah. Dalam kegiatan ini sekaligus membahas rencana kerja IGI Kapuas.  Hadir dalam acara buka bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Bapak Sukiran, S.IP. MAP.

This slideshow requires JavaScript.

Kuala Kapuas, 1 Mei 2011 Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Kapuas bekerjasama dengan Panitia Hari Pendidikan Nasional Kabupaten Kapuas mengadakan kegiatan lomba PTK. Kegiatan yang diikuti 17 guru itu terjaring 6 finalis yang di seminarkan pagi hari ini di Ruang PSNP Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas.

Kegiatan ini di buka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas Sukiran, S.Pd, M.AP.

Bertindak sebagai juri dalam seminar PTK adalah Fimeir Liady, S.Ag. M.Pd. (Dosen STAIN Palangka Raya), Endang Suyitno, SE, M.Pd (Pengawas SMP/SMA), Radiansyah, M.Ag (Guru SMAN 3 Kapuas/Dosen STAI Kuala Kapuas)

Hadiah untuk pemenang lomba juara 1 Throphy,  Laptop dan Piagam, juara 2 Throphy,  Handphone  dan Piagam, juara 3 Throphy,  Handphone  dan Piagam.

Adapun pemenang lomba PTK adalah sebagai berikut :

1. MARGARETA ESTI Pujianti, S.Pd. dari SMPN 1 Selat

2. GUS BINTORO, S.Pd dari SMPN 4 KAPUAS MURUNG

3. MASNAH, S.Pd dari SMPN 7 SELAT

Soft skills bukan hanya positif jika dibentuk sejak dini, karena pengembangan diri terus berjalan hingga seseorang semakin tumbuh dewasa dengan beragam masalah dan kendalanya yang berbeda-beda. Proses pembelajaran tentang pengembangan diri dibutuhkan hingga seseorang merasa hidup dengan sukses mulia. Maksudnya?

Hidup selalu berubah dan harus terus dilanjutkan. Untuk itulah, jika siswa di pendidikan menengah dan mahasiswa perlu dibantu sedini mungkin untuk bisa didorong pengembangan dirinya untuk merencanakan karir di masa mendatang, saat dewasa dan menjadi eksekutif melatih pengembangan diri dibutuhkan untuk menemukan solusi esensial terhadap realita permasalahan hidup sehari-hari, baik di keluarga, lingkungan, serta tempat kerjanya.

Demikian diungkapkan Indrawan Nugroho, Learning Innovator dari DNA Sukses Mulia Entertrainment di Jakarta, Jumat (4/3/2011) lalu. Menurutnya, pelatihan pengembangan diri dapat secara langsung meningkatkan kualitas hidup dan mendongkrak produktivitas kerja yang pada tahap selanjutnya adalah meraih kehidupan terbaik, yang sukses mulia.

“Sebuah kehidupan saat kita berhasil meraih harta, tahta, kata, serta cinta yang tinggi pada saat yang sama, dan kita akan menggunakan semua itu sebagai sumber manfaat sebesar-besarnya untuk orang lain,” ujar Indrawan.

Menurutnya, pelatihan pengembangan diri perlu ketika seseorang ingin meningkatkan kualitas dirinya. Karena dengan begitulah seseorang akan terarah dalam menghadapi permasalahan hidupnya baik di rumah maupun di tempat kerja.

“Di sinilah seorang peserta mulai memahami apa yang menjadi DNA atau unsur pembentuk kehidupan itu sendiri. Kemudian ia perlu belajar cara merekayasa DNA itu sehingga nantinya akan mampu menikmati kualitas hidup dan pekerjaan yang terbaik untuk dirinya,” papar Indrawan.

Ia mengatakan, rekayasa dilakukan dengan cara melakukan intervensi yang bertubi-tubi terhadap DNA kehidupan melalui serangkaian kebiasaan yang didesain secara khusus. Di tempatnya memberikan pelatihan, lanjut Indrawan, kebiasaan itu kerap disebutnya dengan Modus SuksesMulia yang terdiri dari lima modus, yaitu: Asah Pilihan, Aktifkan Dayapancar, Pacu Mesin, Nikmati Masalah, dan Tabung Epos.

Provokasi

Menurut Indrawan, pelatihan harus berfokus pada penjelasan dari masing-masing modus tersebut, berikut dengan panduan pelaksanaannya. Pelatihan juga harus dapat membantu peserta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan genetik dirinya dengan menggunakan teknologi mutakhirfingerprint atau tes sidik jari.

Ia menuturkan, materi pelatihan yang baik harus selalu disajikan secara Surprising, Inspring, danProvoking, yang kerap ia sebut dengan SIP. Surprising, lanjut dia, akan membuat peserta terkejut, penasaran, bertemu dengan ide-ide segar dan fakta-fakta baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Sementara itu, Inspiring adalah pesan-pesan yang diberikan dalam pelatihan untuk membuat hati peserta tersentuh, terenyuh dan terhanyut.

“Sehingga apa yang peserta dapatkan akan terpatri kuat dan yakin betul di dalam hatinya,” ungkap instruktur yang akan hadir di City Walk Sudirman, Jakarta, Sabtu (12/3/2011), pekan ini.

Provoking, kata Indrawan, pelatihan harus bisa memancing emosi, membakar semangat, dan menghidupkan rasa percaya diri peserta untuk segera bergerak menjalankan setiap arahan yang diberikan. Peserta harus “terprovokasi” untuk berubah dari kebiasaannya.

“Ini semua tentu untuk menyadarkan, mendorong, dan membimbing peserta untuk mampu menjawab berbagai permasalahan hidup dan selalu memberikan yang terbaik dalam hidup dan pekerjaannya,” ujar Indrawan yang sudah 11 tahun berkarya di Indonesia.

Satu hal lagi, lanjut Indrawan, pelatihan harus bisa menggali metode-metode terbaru dalam penyampaiannya, seperti menggabungkan konsep pelatihan dan hiburan (entertainment). Dengan begitulah, pelatihan dapat dikemas dalam bentuk pertunjukan dengan dukungan teknologi tata cahaya dan multimedia modern yang menyenangkan, sehingga seseorang yang membutuhkan pelatihan tidak sempat mengernyitkan dahi karena bad mood.

“Karena sebagai instruktur harus mampu membuat setiap peserta yang hadir benar-benar merasakan dan ikut terlibat terhadap pesan yang ingin disampaikan. Dengan begitulah, dampak yang dihasilkan pun benar-benar dahsyat,” imbuhnya.

Continue Reading »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.